Memahami format penulisan jurnal SINTA yang benar adalah langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum menulis satu kata pun dari naskahmu. Kesalahan format sekecil apapun bisa membuat naskah dikembalikan editor bahkan sebelum masuk ke meja reviewer, tanpa peduli seberapa bagus isi penelitiannya.
Panduan ini membahas secara lengkap dan praktis: struktur IMRaD standar jurnal SINTA, spesifikasi teknis penulisan (font, margin, spasi), panduan tiap komponen artikel, gaya sitasi yang umum digunakan, tools wajib yang disarankan, hingga checklist final sebelum submit semuanya dalam satu halaman yang bisa langsung kamu terapkan.
Catatan penting: SINTA tidak menyediakan satu template nasional yang berlaku untuk semua jurnal. Setiap jurnal punya template dan Author Guidelines sendiri. Panduan ini adalah standar umum selalu unduh template resmi dari website jurnal tujuanmu sebelum mulai menulis.
📝 Naskah Sudah Jadi tapi Belum Yakin Formatnya?
Konsultasi gratis — kami bantu review & format naskahmu sesuai template jurnal
Semua bidang ilmu | LoA 3–7 hari kerja | Garansi Terbit 100%
Struktur Standar Jurnal SINTA Format IMRaD
Hampir semua jurnal SINTA menggunakan struktur IMRaD singkatan dari Introduction, Methods, Results and Discussion. Ini adalah standar penulisan artikel ilmiah internasional yang membantu pembaca memahami penelitian secara sistematis dan logis.
Berikut komponen lengkap artikel jurnal SINTA berdasarkan urutan standar:
1️⃣ Judul (Title)
Maks. 12–15 kata, informatif, mengandung keyword utama, dan menggambarkan isi penelitian tanpa singkatan.
2️⃣ Abstrak (Abstract)
150–250 kata, mencakup tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Tanpa sitasi dan tanpa singkatan.
3️⃣ Kata Kunci (Keywords)
3–6 kata/frasa kunci yang mencerminkan topik utama. Dipisah dengan titik koma atau koma sesuai ketentuan jurnal.
4️⃣ Pendahuluan (Introduction)
Latar belakang, identifikasi masalah, kajian literatur singkat, novelty/kebaruan, dan tujuan penelitian yang jelas.
5️⃣ Metode (Methods)
Desain penelitian, populasi/sampel, instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis. Harus cukup detail agar dapat direplikasi.
6️⃣ Hasil & Pembahasan (Results & Discussion)
Penyajian data dan temuan penelitian, diikuti interpretasi bermakna yang menghubungkan hasil dengan literatur yang ada.
7️⃣ Kesimpulan (Conclusion)
Ringkasan temuan utama, implikasi praktis/teoritis, dan rekomendasi penelitian lanjutan. Bukan pengulangan abstrak.
8️⃣ Daftar Pustaka (References)
Semua sumber yang dikutip dalam teks. Format mengikuti gaya sitasi jurnal tujuan (APA, IEEE, Vancouver, dll).
💡 Beberapa jurnal SINTA menggabungkan Hasil dan Pembahasan menjadi satu section, sementara yang lain memisahkannya. Ada juga yang menyertakan section Acknowledgement (Ucapan Terima Kasih) sebelum Daftar Pustaka. Selalu ikuti struktur yang ditentukan di Author Guidelines jurnal tujuanmu.
Spesifikasi Teknis Penulisan (Font, Margin, Spasi)
Meski setiap jurnal SINTA bisa memiliki ketentuan yang berbeda, berikut spesifikasi teknis yang paling umum ditemui di jurnal SINTA 1–6:
| Elemen | Spesifikasi Umum | Catatan |
|---|---|---|
| Ukuran Kertas | A4 (210 × 297 mm) | Standar universal hampir semua jurnal nasional |
| Margin | 2–3 cm semua sisi (atas, bawah, kiri, kanan) | Paling umum: 2,5 cm atau 3 cm semua sisi |
| Jenis Font | Times New Roman atau Arial | Times New Roman lebih umum; sebagian jurnal teknik pakai Arial |
| Ukuran Font (Isi) | 10–12 pt | Paling umum 11pt atau 12pt untuk teks utama |
| Ukuran Font (Judul) | 14–16 pt, Bold | Judul artikel — biasanya centered dan bold |
| Ukuran Font (Heading) | 12 pt, Bold (H1); 11 pt, Bold Italic (H2) | Numbering heading: 1. / 1.1 / 1.1.1 |
| Spasi | 1,0 atau 1,15 (single space) | Berbeda dengan skripsi/tesis yang pakai 1,5 atau 2,0 |
| Kolom | 1 kolom atau 2 kolom | Tergantung jurnal — banyak yang pakai 2 kolom |
| Panjang Artikel | 3.000–8.000 kata / 8–20 halaman | Sangat bervariasi antar jurnal |
| Format File | .docx (utama) + .pdf (opsional) | Submit melalui OJS biasanya perlu keduanya |
Panduan Lengkap Tiap Komponen Artikel
Berikut penjelasan praktis untuk masing-masing bagian artikel agar sesuai standar dan lebih mudah diterima reviewer:
📌 1. Judul Artikel
Judul adalah hal pertama yang dilihat editor dan reviewer dan sering menjadi penentu apakah naskah lanjut dibaca atau tidak.
Kriteria judul yang baik:
✅ Maksimal 12–15 kata
✅ Mengandung kata kunci utama penelitian
✅ Menggambarkan isi dan temuan secara spesifik
❌ Hindari singkatan, akronim, dan nama peraturan
❌ Hindari kata-kata tidak substantif seperti “Studi tentang…” atau “Analisis mengenai…”
📌 2. Abstrak
Abstrak adalah “wajah” naskahmu di database akademik — reviewer membaca ini pertama kali, dan ini yang muncul di Google Scholar.
Struktur abstrak yang ideal (150–250 kata):
Konteks/Latar: 1–2 kalimat mengapa topik ini penting
Tujuan: Apa yang ingin dicapai penelitian ini
Metode: Ringkasan singkat pendekatan yang digunakan
Hasil Utama: Temuan terpenting (dengan angka/data jika ada)
Kesimpulan: Implikasi atau kontribusi penelitian
❌ Tanpa sitasi, tanpa singkatan, tanpa penomoran
📌 3. Pendahuluan
Pendahuluan yang baik membangun argumen mengapa penelitianmu perlu ada dan apa yang membedakannya dari penelitian sebelumnya.
Alur pendahuluan yang efektif:
1. Konteks luas → Mengapa topik ini relevan secara umum
2. Gap penelitian → Apa yang belum dijawab oleh penelitian sebelumnya
3. Novelty → Apa kebaruan yang penelitianmu tawarkan
4. Tujuan penelitian → Pernyataan tujuan yang jelas dan terukur
💡 Tips: Nyatakan novelty secara eksplisit — reviewer SINTA akan langsung mencarinya
📌 4. Metode Penelitian
Metode harus cukup detail agar penelitian bisa direplikasi — ini standar universal peer review ilmiah.
Komponen metode yang wajib ada:
Desain penelitian: Kuantitatif, kualitatif, atau mixed-method
Populasi & sampel: Kriteria, ukuran, dan teknik pengambilan sampel
Instrumen: Jenis dan validitas instrumen yang digunakan
Pengumpulan data: Prosedur dan waktu pengumpulan
Analisis data: Teknik analisis dan software yang digunakan (SPSS, NVivo, R, dll)
📌 5. Hasil dan Pembahasan
Ini adalah jantung artikel — bagian yang paling banyak mendapat perhatian reviewer.
Panduan hasil & pembahasan:
Hasil: Sajikan data secara objektif — gunakan tabel, grafik, atau gambar yang relevan. Setiap tabel/gambar harus memiliki nomor dan judul yang jelas.
Pembahasan: Interpretasikan makna hasil — hubungkan dengan teori dan penelitian sebelumnya. Jelaskan mengapa hasil ini penting dan apa implikasinya.
❌ Hindari hanya deskripsi data tanpa interpretasi — ini kesalahan paling umum yang membuat reviewer meminta revisi mayor
📌 6. Kesimpulan
Kesimpulan bukan pengulangan abstrak atau ringkasan pembahasan. Fokus pada: (1) jawaban atas tujuan penelitian, (2) kontribusi teoretis atau praktis temuan, dan (3) rekomendasi untuk penelitian lanjutan. Tulis ringkas dan padat — 1 paragraf atau maksimal 250 kata.
✨ Tim Kami Siap Bantu
Format Naskahmu Kami Urus — Kamu Fokus Isi Penelitian
Gaya Sitasi yang Umum Digunakan Jurnal SINTA
Kesalahan format sitasi adalah penyebab penolakan yang sering dianggap sepele tapi sangat mudah dihindari. Berikut tiga gaya sitasi yang paling umum digunakan jurnal SINTA:
📚 APA (American Psychological Association) — Paling Umum
Digunakan oleh mayoritas jurnal sosial, pendidikan, psikologi, dan humaniora. Sitasi dalam teks menggunakan sistem author-date: (Nama, Tahun).
Contoh:
Dalam teks: (Raharjo, 2023)
Daftar pustaka: Raharjo, A. (2023). Judul artikel. Nama Jurnal, 5(2), 45–67.
⚡ IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
Wajib untuk jurnal teknik, informatika, dan sains eksak. Menggunakan sistem nomor [1], [2] dalam teks yang sesuai dengan urutan referensi.
Contoh:
Dalam teks: [1], [2], [3]
Daftar pustaka: [1] A. Raharjo, “Judul artikel,” Nama Jurnal, vol. 5, no. 2, pp. 45–67, 2023.
🏥 Vancouver — Bidang Kesehatan & Kedokteran
Digunakan di jurnal kesehatan, keperawatan, farmasi, dan kedokteran. Mirip dengan IEEE — menggunakan angka superscript atau dalam kurung.
Contoh:
Dalam teks: ¹ atau (1)
Daftar pustaka: 1. Raharjo A. Judul artikel. Nama Jurnal. 2023;5(2):45-67.
💡 Tips: Gunakan Mendeley untuk manajemen referensi — aplikasi ini bisa otomatis menghasilkan sitasi dalam format APA, IEEE, Vancouver, dan ratusan gaya lainnya. Dengan Mendeley, kamu tidak perlu menulis sitasi secara manual dan risiko kesalahan format turun drastis.
4 Tools Wajib untuk Menulis Jurnal SINTA
Empat tools berikut sudah menjadi standar industri akademik dan sangat direkomendasikan sebelum melakukan submit ke jurnal manapun:
Aplikasi gratis untuk menyimpan, mengatur, dan menghasilkan sitasi secara otomatis dalam format APA, IEEE, Vancouver, atau ratusan gaya lainnya. Plugin Word-nya memungkinkan insert sitasi langsung saat menulis tanpa berpindah aplikasi.
Wajib digunakan sebelum submit. Jurnal SINTA umumnya menetapkan batas similarity maksimal 20–25%. Cek lebih awal memungkinkan kamu memperbaiki bagian yang memiliki kemiripan tinggi sebelum ditolak editor.
Untuk naskah berbahasa Inggris, Grammarly membantu mendeteksi kesalahan tata bahasa, pilihan kata, dan gaya penulisan akademik. Versi gratis sudah cukup untuk koreksi dasar; versi premium lebih komprehensif untuk gaya penulisan ilmiah.
Standar industri untuk penulisan dan formatting artikel ilmiah. Pastikan menggunakan fitur Styles untuk heading, paragraph spacing, dan numbering agar format konsisten. Menulis langsung di dalam template jurnal dari awal (bukan copy-paste setelah selesai) sangat dianjurkan.
Cara Mendapatkan Template Resmi Jurnal SINTA
Template yang kamu butuhkan adalah template dari jurnal yang kamu tuju secara spesifik — bukan template generik SINTA. Berikut cara mendapatkannya:
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id → menu Journal → cari berdasarkan nama atau bidang ilmu → pastikan status aktif dan peringkat sesuai kebutuhan.
Klik nama jurnal di SINTA → klik ikon website untuk buka OJS jurnal tersebut secara langsung di tab baru.
Di halaman OJS, cari menu Author Guidelines, For Authors, atau Submissions. Di sinilah template .doc/.docx biasanya tersedia untuk diunduh.
Jangan langsung mengisi — baca seluruh template terlebih dahulu, perhatikan instruksi yang ditulis dalam teks berwarna merah atau komentar. Menulis langsung di dalam template (hapus placeholder, ganti dengan konten) jauh lebih efisien daripada menyesuaikan format setelah naskah selesai.
Kesalahan Format yang Paling Sering Membuat Naskah Ditolak
Berdasarkan pola yang sering ditemui dalam proses pendampingan naskah, berikut kesalahan format yang paling umum dan cara menghindarinya:
❌ Tidak Menggunakan Template Jurnal
Copy-paste dari dokumen lain atau skripsi tanpa menyesuaikan format OJS jurnal tujuan. Editor langsung bisa melihat ini dan sering mengembalikan tanpa diproses.
❌ Format Sitasi Tidak Konsisten
Mencampur gaya sitasi APA dan IEEE dalam satu naskah, atau menulis sitasi secara manual dengan format yang tidak seragam. Gunakan Mendeley untuk konsistensi.
❌ Abstrak Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek
Abstrak di bawah 100 kata atau melebihi 300 kata sering langsung dikembalikan. Hitung kata abstrakmu dan sesuaikan dengan batas di Author Guidelines.
❌ Similarity Melebihi Batas
Submit tanpa cek Turnitin terlebih dahulu. Banyak jurnal SINTA menetapkan batas 20–25% dan langsung menolak tanpa membaca konten jika similarity melewati batas.
❌ Referensi Tidak Relevan atau Kedaluwarsa
Menggunakan referensi dari lebih dari 10 tahun lalu sebagai mayoritas, atau menyitasi blog, Wikipedia, dan sumber non-jurnal secara berlebihan.
❌ Tabel & Gambar Tanpa Judul/Nomor
Setiap tabel dan gambar wajib memiliki nomor urut dan judul yang jelas. Judul tabel di atas tabel, judul gambar di bawah gambar — standar ini berbeda dari laporan biasa.
Checklist Format Sebelum Submit Jurnal SINTA
Sebelum klik tombol Submit di OJS, pastikan semua item berikut sudah terpenuhi:
📋 Checklist Format & Konten
Call for Paper — Pendampingan Publikasi Jurnal SINTA
Pendampingan Publikasi
Jurnal Nasional SINTA
Jaminan Terbit 100%
Focus & Scope
Multidisiplin
SINTA 4
SINTA 5
SINTA 6
Nilai KUM
10–25
Info Terbit
Tahun Ini
✨ Benefit
✅ Jurnal
✅ Review
✅ Mendeley
✅ Layout Jurnal
✅ Sertifikat
✅ Cek Plagiarisme
✅ Publish Jurnal
✅ Proofreading
📋 Keperluan
1. Syarat Kelulusan
2. Kepangkatan
3. BKD
4. Ikatan Peneliti
5. Syarat Sidang Yudisium
Hubungi kami sekarang dan dapatkan konsultasi GRATIS!
wrpublishing.id | Konsultasi via WhatsApp
Kesimpulan
Format penulisan jurnal SINTA yang benar mencakup dua lapisan: struktur konten (IMRaD) dan spesifikasi teknis (font, margin, sitasi). Keduanya sama pentingnya — naskah dengan konten bagus tapi format salah tetap bisa dikembalikan editor sebelum masuk ke reviewer.
Kunci utamanya sederhana: selalu unduh dan baca template resmi dari website jurnal tujuanmu sebelum mulai menulis. Gunakan Mendeley untuk sitasi, Turnitin untuk cek similarity, dan Grammarly untuk proofreading bahasa. Menulis langsung di dalam template dari awal akan menghemat waktu berjam-jam di akhir.
Jika kamu membutuhkan bantuan dalam memformat naskah, menyesuaikan template, atau pendampingan penuh hingga terbit, tim WR Publishing siap membantu dengan proses yang transparan dan garansi publish 100%.
Cara Mendapatkan LOA SINTA 3 Cepat → |
Jasa Publikasi Jurnal SINTA → |
Perbedaan SINTA 1–6 → |
Biaya Jasa Publikasi SINTA →
FAQ
Apa saja komponen utama format penulisan jurnal SINTA?
Format penulisan jurnal SINTA menggunakan struktur IMRaD yang terdiri dari: Judul, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan (Introduction), Metode (Methods), Hasil dan Pembahasan (Results & Discussion), Kesimpulan (Conclusion), dan Daftar Pustaka (References). Beberapa jurnal menambahkan Ucapan Terima Kasih sebelum daftar pustaka.
Berapa panjang abstrak yang ideal untuk jurnal SINTA?
Sebagian besar jurnal SINTA menetapkan panjang abstrak antara 150–250 kata. Abstrak harus mencakup konteks/latar, tujuan penelitian, metode, hasil utama, dan kesimpulan — tanpa sitasi dan tanpa singkatan. Selalu cek ketentuan spesifik di Author Guidelines jurnal tujuanmu.
Gaya sitasi apa yang digunakan jurnal SINTA?
Gaya sitasi bergantung pada bidang ilmu dan kebijakan masing-masing jurnal. Yang paling umum: APA (untuk sosial, pendidikan, humaniora), IEEE (teknik, informatika, sains eksak), dan Vancouver (kesehatan, kedokteran). Selalu gunakan Mendeley agar format sitasi konsisten dan bebas kesalahan.
Apakah ada template standar untuk semua jurnal SINTA?
Tidak. SINTA hanya mengindeks dan memberi peringkat jurnal — bukan menentukan template penulisan. Setiap jurnal memiliki template sendiri yang bisa sangat berbeda satu sama lain. Untuk mendapatkan template yang benar, buka website OJS jurnal tujuanmu dan unduh template di menu Author Guidelines atau Submissions.






