Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Bagaimana cara publikasi jurnal Sinta 2 yang efektif dan realistis untuk kamu yang sedang mengejar kelulusan, kenaikan jabatan akademik, atau hibah penelitian? Publikasi di jurnal terindeks Sinta 2 menjadi target banyak dosen, mahasiswa S2 dan S3, serta peneliti di Indonesia, terutama sejak regulasi kewajiban publikasi ilmiah semakin diperketat oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Prosesnya memang menantang, mulai dari memilih jurnal yang tepat, menyesuaikan template, melewati proses peer review, hingga revisi berulang. Namun, dengan strategi yang tepat dan pemahaman sistematis, kamu bisa meningkatkan peluang artikelmu diterima secara signifikan.

Apa Itu Jurnal Sinta 2 dan Mengapa Penting?

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Sebelum membahas cara publikasi jurnal Sinta 2, kamu perlu memahami konteksnya terlebih dahulu.

Science and Technology Index atau SINTA adalah sistem indeksasi jurnal ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. SINTA mengklasifikasikan jurnal nasional ke dalam enam peringkat, mulai dari Sinta 1 hingga Sinta 6.

Sinta 2 berada pada level sangat kompetitif, satu tingkat di bawah Sinta 1. Jurnal pada peringkat ini umumnya sudah:

  • Terakreditasi nasional dengan nilai tinggi
  • Memiliki manajemen editorial profesional
  • Menggunakan sistem Open Journal System atau OJS
  • Memiliki reviewer bereputasi
  • Konsisten terbit tepat waktu

Data Penting Terkait SINTA

Berdasarkan data portal resmi SINTA tahun 2025, terdapat lebih dari 7.000 jurnal terindeks, namun hanya sekitar 10 sampai 15 persen yang masuk kategori Sinta 2. Artinya, persaingan cukup ketat dan seleksi kualitas sangat diperhatikan.

Menurut laporan evaluasi akreditasi jurnal oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2024, tingkat penolakan artikel di jurnal Sinta 2 rata-rata berada di atas 40 persen, tergantung bidang keilmuan.

Ini menunjukkan bahwa kamu perlu strategi yang matang.

Syarat Umum Publikasi di Jurnal Sinta 2

Berikut beberapa syarat yang umumnya harus kamu penuhi:

1. Orisinalitas dan Bebas Plagiarisme

Mayoritas jurnal Sinta 2 mensyaratkan tingkat similarity di bawah 20 persen, bahkan beberapa mensyaratkan di bawah 15 persen. Gunakan tools seperti Turnitin atau iThenticate sebelum submit.

2. Kesesuaian Scope dan Fokus

Banyak artikel ditolak bukan karena kualitas buruk, tetapi tidak sesuai scope jurnal. Pastikan topik penelitian kamu benar-benar relevan dengan fokus jurnal.

3. Struktur Artikel Ilmiah Standar

Umumnya mengikuti format IMRAD:

  • Introduction
  • Methods
  • Results
  • And Discussion

Beberapa jurnal juga mewajibkan abstract bilingual, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

4. Referensi Aktual dan Bereputasi

Minimal 80 persen referensi berasal dari jurnal ilmiah lima sampai sepuluh tahun terakhir. Banyak jurnal Sinta 2 mendorong penggunaan referensi terindeks Scopus atau WoS.

Menurut prinsip E-E-A-T dalam publikasi ilmiah, kredibilitas sumber menjadi salah satu indikator utama kualitas artikel.

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2 Secara Step by Step

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Sekarang kita masuk ke inti pembahasan: cara publikasi jurnal Sinta 2 secara sistematis.

1. Riset dan Pilih Jurnal Target

Langkah pertama adalah menentukan jurnal yang sesuai.

Tips memilih jurnal:

  • Cek peringkat di portal SINTA
  • Perhatikan fokus dan scope
  • Analisis artikel yang sudah terbit
  • Cek waktu review rata-rata

Jangan asal memilih jurnal dengan reputasi tinggi jika tidak relevan dengan bidang penelitian kamu.

2. Pelajari Author Guidelines Secara Detail

Setiap jurnal memiliki template dan aturan berbeda. Kesalahan teknis seperti format sitasi, margin, atau gaya referensi bisa membuat artikel langsung dikembalikan sebelum review.

Baca dengan teliti:

  • Format sitasi, APA, IEEE, Chicago, atau lainnya
  • Jumlah minimal referensi
  • Panjang artikel
  • Ketentuan gambar dan tabel

3. Susun Artikel dengan Argumentasi Kuat

Pada bagian introduction, pastikan kamu menjawab tiga hal:

  • Research gap
  • Urgensi penelitian
  • Kontribusi ilmiah

Menurut panduan penulisan ilmiah dari berbagai universitas riset, artikel yang kuat selalu menunjukkan novelty atau kebaruan secara eksplisit.

Contoh pendekatan:

Alih-alih hanya menjelaskan fenomena, kamu perlu menunjukkan celah penelitian yang belum dibahas studi sebelumnya.

4. Gunakan Data dan Analisis yang Valid

Pastikan metode penelitian jelas dan dapat direplikasi. Jika menggunakan analisis statistik, sebutkan software yang digunakan, misalnya SPSS atau SmartPLS.

Sertakan:

  • Jumlah sampel
  • Teknik pengambilan sampel
  • Uji validitas dan reliabilitas

Transparansi metodologi meningkatkan kepercayaan reviewer.

5. Submit Melalui OJS

Sebagian besar jurnal Sinta 2 menggunakan sistem OJS.

Langkah umum:

  • Registrasi akun
  • Upload manuskrip utama
  • Upload file pendukung, surat pernyataan orisinalitas
  • Isi metadata lengkap

Pastikan metadata seperti judul, abstract, dan kata kunci diisi dengan optimal karena ini memengaruhi visibilitas artikel.

6. Hadapi Proses Peer Review dengan Profesional

Biasanya proses review memakan waktu 1 sampai 3 bulan.

Ada tiga kemungkinan hasil:

  • Accepted
  • Minor revision
  • Major revision
  • Rejected

Jika mendapatkan revisi, jangan panik. Jawab komentar reviewer satu per satu secara sistematis dan sopan.

Gunakan format:

  • Komentar reviewer
  • Respons penulis
  • Perubahan yang dilakukan

Pendekatan ini menunjukkan sikap akademik yang profesional.

Strategi Agar Artikel Lolos Jurnal Sinta 2

Selain mengikuti prosedur, kamu juga perlu strategi.

1. Perkuat State of The Art

Bandingkan penelitian kamu dengan minimal 5 sampai 10 penelitian terbaru yang relevan.

Tunjukkan perbedaan dan keunggulan pendekatan kamu.

2. Hindari Deskriptif Berlebihan

Banyak artikel ditolak karena hanya mendeskripsikan data tanpa analisis mendalam.

Reviewer biasanya mencari:

  • Analisis kritis
  • Implikasi teoretis
  • Implikasi praktis

3. Perhatikan Bahasa Akademik

Jika kamu menulis dalam Bahasa Inggris, gunakan proofreading profesional. Kesalahan grammar dapat menurunkan persepsi kualitas penelitian.

Menurut survei internal beberapa pengelola jurnal nasional tahun 2023, sekitar 25 persen revisi major disebabkan masalah bahasa dan struktur argumentasi.

4. Kolaborasi dengan Peneliti Berpengalaman

Jika kamu masih baru dalam publikasi ilmiah, kolaborasi bisa menjadi solusi.

Dosen dengan rekam jejak publikasi biasanya memahami pola review dan ekspektasi editor.

Estimasi Waktu dan Biaya Publikasi

Cara Publikasi Jurnal Sinta 2

Durasi rata-rata dari submit hingga terbit berkisar 3 sampai 6 bulan, tergantung kecepatan revisi.

Biaya publikasi atau article processing charge di jurnal Sinta 2 bervariasi, umumnya antara 500 ribu hingga 2 juta rupiah. Beberapa jurnal tidak memungut biaya, namun tetap kompetitif.

Pastikan kamu mengecek informasi biaya di website resmi jurnal untuk menghindari jurnal predator.

Kesalahan Umum yang Harus Kamu Hindari

Berikut kesalahan yang sering terjadi:

  • Tidak membaca template secara detail
  • Plagiarisme tidak terdeteksi sejak awal
  • Tidak menjawab komentar reviewer secara spesifik
  • Terlalu percaya diri tanpa cek ulang data

Publikasi ilmiah adalah proses akademik, bukan sekadar formalitas administrasi.

Penutup

Cara publikasi jurnal Sinta 2 memang membutuhkan ketelitian, strategi, dan kesabaran. Namun, dengan memahami sistemnya, memperkuat kualitas riset, serta bersikap profesional dalam proses review, peluang kamu untuk tembus Sinta 2 akan jauh lebih besar.

Ingat, publikasi bukan hanya tentang memenuhi syarat kelulusan atau kenaikan jabatan. Ini tentang kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan reputasi akademik kamu.

Sekarang giliran kamu. Mulai petakan topik penelitianmu, pilih jurnal yang tepat, dan susun artikel terbaikmu dengan standar tinggi. Jika kamu serius ingin naik kelas di dunia akademik, publikasi di jurnal Sinta 2 bisa menjadi langkah strategis berikutnya.

FAQ

1. Berapa lama proses publikasi di jurnal Sinta 2?

Rata-rata waktu dari submit hingga terbit berkisar antara 3 sampai 6 bulan. Namun, berdasarkan pengalaman banyak penulis dan laporan evaluasi pengelola jurnal nasional tahun 2024, proses review awal biasanya memakan waktu 4 sampai 12 minggu. Jika kamu mendapat revisi major, waktu publikasi bisa bertambah 1 sampai 2 bulan tergantung kecepatan revisi dan respons reviewer.

Tipsnya, semakin cepat dan rapi kamu merevisi, semakin cepat pula artikel diproses ke tahap berikutnya.

2. Apakah mahasiswa S1 bisa publikasi di jurnal Sinta 2?

Secara aturan, tidak ada larangan mahasiswa S1 untuk submit ke jurnal Sinta 2. Namun, karena standar kualitasnya cukup tinggi, biasanya mahasiswa S1 disarankan berkolaborasi dengan dosen pembimbing atau peneliti berpengalaman.

Menurut prinsip publikasi ilmiah berbasis E-E-A-T, pengalaman dan rekam jejak akademik turut memengaruhi persepsi kualitas artikel.

3. Berapa maksimal tingkat plagiarisme yang diperbolehkan?

Mayoritas jurnal Sinta 2 menetapkan batas similarity di bawah 20 persen. Beberapa bahkan mensyaratkan di bawah 15 persen, terutama untuk bagian hasil dan pembahasan.

Pastikan kamu mengecek menggunakan Turnitin atau iThenticate sebelum submit. Hindari parafrase asal yang tetap terdeteksi sebagai similarity tinggi.