Sebelum memutuskan jurnal mana yang akan dituju, sebagian besar dosen dan mahasiswa sudah bertanya satu hal: berapa biaya yang harus disiapkan?
Perencanaan anggaran publikasi sama pentingnya dengan persiapan naskah itu sendiri, terutama jika Anda punya tenggat akademik yang tidak bisa digeser.
Artikel ini membahas struktur biaya publikasi jurnal Copernicus dari awal sampai tuntas, termasuk meluruskan satu kesalahan konsep yang hampir merata di semua sumber yang beredar di internet.
Apa Itu Jurnal Copernicus?
Sebelum membahas biaya, ada satu hal yang perlu diluruskan.
Ada dua entitas berbeda yang menggunakan nama Copernicus, dan hampir semua sumber di internet mencampuradukkan keduanya.
Copernicus Publications adalah penerbit asal Jerman yang menerbitkan jurnal ilmiah di bidang geosains, atmosfer, dan lingkungan.
Jurnal mereka masuk Scopus dan Web of Science, reputasinya tinggi, dan biayanya dalam euro karena ditujukan ke komunitas ilmiah global.
Index Copernicus International (ICI) adalah lembaga pengindeks asal Polandia yang berdiri tahun 1999.
ICI mengindeks lebih dari 25.000 jurnal dari berbagai negara dan menerbitkan skor yang disebut ICV atau Index Copernicus Value.
Di Indonesia, saat akademisi menyebut “jurnal Copernicus”, yang dimaksud hampir selalu adalah jurnal yang terindeks di ICI, bukan jurnal yang diterbitkan oleh Copernicus Publications.
Dua hal ini berbeda secara organisasi, skema biaya, dan nilai akademiknya.
Artikel ini membahas biaya publikasi di jurnal yang terindeks ICI.
Apakah Jurnal Copernicus Berbayar?
Ini yang sering membuat bingung karena jawabannya bergantung pada kebijakan masing-masing jurnal, bukan pada ICI sebagai lembaga pengindeks.
ICI hanya mencatat dan menilai jurnal.
ICI tidak menetapkan tarif publikasi, tidak memungut biaya dari penulis, dan tidak mengatur model bisnis jurnal yang ia indeks.
Keputusan berbayar atau tidak sepenuhnya ada di tangan pengelola jurnal masing-masing.
Model Open Access dengan APC
Jurnal dengan model open access membuat artikel bisa diakses gratis oleh siapa saja.
Untuk menutup biaya operasional editorial, pengelola jurnal memungut Article Processing Charge atau APC kepada penulis setelah artikel dinyatakan diterima.
Komponen yang biasanya dicakup oleh APC antara lain biaya peer review, tata letak, penerbitan DOI, pengarsipan digital, dan pemeliharaan situs jurnal.
Model Berlangganan Tanpa APC untuk Penulis
Sebagian jurnal menggunakan model berlangganan, di mana pembaca atau institusi yang membayar untuk mengakses konten.
Penulis pada model ini tidak dikenakan APC.
Model ini lebih umum di jurnal yang memiliki basis pelanggan institusional yang kuat.
Jurnal Gratis yang Dikelola Institusi
Banyak jurnal yang terindeks ICI dikelola oleh perguruan tinggi atau asosiasi profesi dengan subsidi institusi.
Jurnal ini tidak memungut biaya dari penulis sama sekali.
Konsekuensinya, waktu review biasanya lebih panjang dan kuota penerimaan artikel per edisi lebih terbatas.
Bagi Anda yang tenggatnya masih cukup longgar dan anggaran terbatas, ini bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
Faktor yang Menentukan Besar Kecilnya Biaya APC
Tidak ada tarif tunggal untuk jurnal Copernicus karena keputusan besaran biaya ada di pengelola jurnal masing-masing.
Namun ada beberapa faktor yang secara konsisten memengaruhi besarnya APC yang diminta.
Panjang dan kompleksitas artikel. Artikel dengan banyak tabel, gambar berwarna, atau lampiran data tambahan biasanya dikenakan biaya lebih tinggi karena proses tata letaknya lebih intensif.
Kualitas editorial jurnal. Jurnal dengan proses review yang ketat, dewan editor dari institusi bereputasi, dan frekuensi terbit yang konsisten umumnya menetapkan APC lebih tinggi karena biaya operasionalnya memang lebih besar.
Skor ICV jurnal. Jurnal dengan ICV di atas 100 dan diperbarui secara konsisten cenderung memiliki standar editorial yang lebih ketat, yang turut memengaruhi struktur biayanya.
Bahasa naskah. Beberapa jurnal mengenakan biaya tambahan jika naskah memerlukan proofreading bahasa Inggris atau layanan penerjemahan.
Layanan pendukung yang dipilih. Sebagian jurnal menawarkan layanan tambahan seperti promotion ke database lain atau pengurusan hak akses, yang bisa ditambahkan ke APC dasar.
Status waiver. Penulis dari negara berkembang atau yang memiliki keterbatasan dana bisa mengajukan keringanan biaya ke pengelola jurnal. Permohonan waiver harus diajukan sebelum submit, bukan setelah artikel diterima.
Komponen Biaya Publikasi Jurnal Copernicus
Sebelum membayar, pastikan Anda tahu apa saja yang termasuk dalam APC jurnal yang Anda pilih.
Komponen Biasanya termasuk APC? Manajemen proses peer review Ya Tata letak dan desain halaman Ya Penerbitan DOI Ya Pengarsipan digital Ya Penyuntingan bahasa Inggris Tergantung jurnal Publikasi gambar berwarna Tergantung jurnal Sertifikat publikasi Tergantung jurnal Promosi ke database lain Jarang termasuk
Baca halaman Author Information atau Publication Fee di situs resmi jurnal sebelum submit.
Jika informasi biaya tidak tersedia secara transparan di situs jurnal, itu sudah menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai.
Untuk perbandingan dengan opsi internasional lain yang lebih sering dituju dosen Indonesia, Anda bisa membaca artikel tentang biaya publikasi jurnal Scopus per quartile .
Kapan Biaya APC Dibayar dan Bagaimana Mekanismenya
Ini salah satu hal yang paling penting untuk dipahami karena berkaitan langsung dengan keamanan finansial Anda.
Jurnal yang mengikuti standar etika publikasi memungut APC setelah artikel dinyatakan diterima, bukan saat submit.
Alurnya seperti ini.
Anda submit artikel melalui sistem OJS jurnal.
Editor melakukan pengecekan awal kesesuaian scope dan kelengkapan dokumen.
Artikel masuk proses peer review oleh reviewer yang ditunjuk editor.
Editor membuat keputusan: diterima, revisi, atau ditolak.
Jika diterima, barulah pengelola jurnal mengirimkan tagihan APC.
Setelah pembayaran dikonfirmasi, artikel masuk antrian produksi dan diterbitkan.
Jika sebuah jurnal meminta pembayaran sebelum artikel melewati proses review, itu adalah tanda bahaya yang serius.
Jurnal yang baik tidak meminta uang muka tanpa kepastian review yang nyata.
Ingin memastikan jurnal yang Anda bidik benar terindeks sebelum invest waktu dan biaya?
Tim WR Publishing membantu verifikasi status indeksasi dan mencocokkan jurnal dengan topik penelitian Anda.
Cara Cek Apakah Jurnal Benar Terindeks ICI
Langkah ini wajib dilakukan sebelum Anda memutuskan submit.
Ada cukup banyak jurnal yang mengklaim terindeks Copernicus tanpa benar-benar terdaftar di ICI.
Cara memverifikasinya langsung dari portal resmi ICI:
Buka situs journals.indexcopernicus.com di browser.
Masuk ke menu pencarian jurnal di halaman utama.
Ketik nama jurnal atau ISSN yang ingin Anda cek.
Perhatikan status jurnal. Yang diterima untuk keperluan akademik adalah jurnal dengan status Indexed , bukan Non-Indexed.
Cek angka ICV terbaru dan pastikan ICV jurnal tersebut diperbarui secara konsisten dari tahun ke tahun. Jurnal yang ICV-nya stagnan atau tidak pernah diperbarui perlu diperiksa lebih lanjut.
Cocokkan nama jurnal, ISSN, dan situs resminya dengan yang tertera di ICI untuk memastikan tidak ada pemalsuan identitas.
Langkah ini membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit, tapi bisa menyelamatkan Anda dari risiko menerbitkan di jurnal yang tidak diakui.
Daftar jurnal yang sudah terverifikasi beserta cara membaca statusnya dibahas lebih lengkap di artikel daftar jurnal terindeks Copernicus dan cara cek ICV resminya .
ICV dan Kaitannya dengan Kualitas Jurnal
ICV atau Index Copernicus Value adalah skor penilaian kualitas jurnal yang diterbitkan ICI setiap tahun.
Skor ini dihasilkan dari evaluasi multidimensi yang mencakup kualitas konten ilmiah, proses editorial, penyebarluasan, dan stabilitas penerbitan.
Kisaran ICV Interpretasi Di bawah 50 Jurnal masih dalam tahap pengembangan awal 50 sampai 100 Jurnal berkembang dengan kualitas editorial yang cukup Di atas 100 Jurnal mapan dengan kualitas editorial yang baik Di atas 150 Jurnal sangat baik, proses editorial dan penyebarluasan kuat
Skor ICV bukan pengganti Scopus atau Web of Science.
Tidak semua institusi akademik di Indonesia mengakuinya sebagai pengganti pengindeks utama untuk keperluan angka kredit jabatan fungsional.
Sebelum memilih jurnal Copernicus, konfirmasikan dulu ke LPPM atau bagian kepegawaian kampus Anda apakah publikasi di jurnal dengan ICV tertentu akan dihitung dalam penilaian angka kredit.
Sumber Dana untuk Menanggung Biaya Publikasi
Tidak semua biaya APC harus keluar dari kantong sendiri.
Ada beberapa sumber pendanaan yang bisa Anda manfaatkan, dan banyak dosen atau peneliti yang belum mengetahuinya.
Hibah penelitian internal kampus melalui LPPM. Cantumkan biaya publikasi sebagai komponen luaran di rencana anggaran sejak proposal disusun. Jangan mengajukan biaya publikasi belakangan karena sulit disetujui setelah laporan akhir dibuat.
Hibah penelitian dan pengabdian Kemdiktisaintek. Skema Penelitian Dosen Pemula, PDUPT, dan skema lainnya memungkinkan pencantuman biaya publikasi sebagai bagian dari luaran riset yang wajib dikerjakan.
Insentif publikasi institusi. Banyak perguruan tinggi memberikan insentif berupa penggantian biaya setelah artikel terbit. Syarat umumnya adalah afiliasi kampus harus tercantum di artikel.
Dana riset beasiswa. Jika Anda sedang mengambil studi S3 dengan beasiswa yang mencakup komponen riset, tanyakan ke pengelola apakah biaya publikasi internasional bisa diajukan sebagai bagian dari anggaran riset.
Kunci agar pengajuan lebih mudah disetujui: tentukan jurnal tujuan dan estimasi biayanya sebelum menyusun proposal, pastikan bidang jurnal sesuai dengan tema penelitian, dan simpan semua dokumen kuitansi atas nama institusi untuk keperluan pelaporan.
Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai
Seiring meningkatnya minat publikasi internasional di Indonesia, praktik jurnal predator yang mengklaim status Copernicus juga ikut berkembang.
Waspadai jurnal yang menunjukkan tanda berikut.
Meminta pembayaran sebelum proses review dimulai.
Tidak mencantumkan nama dan afiliasi anggota dewan editor secara transparan.
Menjanjikan terbit dalam waktu yang tidak masuk akal tanpa menyebut proses review yang jelas.
Tidak memiliki halaman Author Information atau Publication Fee yang bisa diakses di situsnya.
Status di portal ICI menunjukkan Non-Indexed atau tidak ditemukan sama sekali.
Menggunakan nama yang mirip dengan jurnal bereputasi tapi bukan jurnal yang sama.
Untuk verifikasi tambahan, gunakan layanan Think. Check. Submit. di thinkchecksubmit.org yang menyediakan checklist evaluasi jurnal secara gratis.
Panduan lengkap membedakan jurnal bereputasi dari jurnal yang tidak kredibel juga tersedia di artikel tentang ciri jurnal terindeks yang bisa diverifikasi .
Copernicus Dibandingkan Opsi Internasional Lain
Sebelum memutuskan, ada baiknya memahami di mana posisi jurnal terindeks ICI dibandingkan opsi internasional lain yang lebih sering disebut.
Aspek Scopus ICI Copernicus DOAJ Jenis Database pengindeks premium Lembaga pengindeks Direktori open access Selektivitas Sangat ketat Menengah Bervariasi Pengakuan angka kredit Tertinggi Tergantung kebijakan institusi Tergantung kebijakan institusi Struktur biaya APC tinggi atau nol (model berlangganan) APC bervariasi, banyak yang gratis Bervariasi Cara verifikasi scopus.com/sources journals.indexcopernicus.com doaj.org
Copernicus menjadi pilihan strategis bagi penulis yang ingin membangun rekam jejak internasional secara bertahap sebelum menarget Scopus.
Bukan karena kualitasnya lebih rendah secara absolut, tapi karena standar penerimaannya lebih realistis untuk penulis yang masih dalam tahap membangun pengalaman publikasi.
Kesimpulan
Biaya publikasi jurnal Copernicus tidak bisa disebutkan dalam satu angka yang pasti karena setiap jurnal memiliki kebijakan biaya masing-masing.
Ada yang gratis karena disubsidi institusi, ada yang memungut APC setelah artikel diterima.
Yang perlu Anda lakukan sebelum submit adalah memverifikasi status jurnal langsung di journals.indexcopernicus.com, membaca halaman Author Information di situs resmi jurnal, mengkonfirmasi ke institusi apakah publikasi di jurnal tersebut diakui untuk angka kredit, dan mengecek apakah ada sumber hibah yang bisa menanggung biayanya.
Satu hal yang selalu berlaku di jurnal mana pun: pembayaran yang diminta sebelum artikel melewati proses review adalah sinyal bahaya, bukan kebiasaan yang wajar.
Keputusan akhir penerimaan naskah tetap berada pada editor dan reviewer jurnal.
FAQ
Apakah semua jurnal Copernicus berbayar?
Tidak.
Banyak jurnal yang terindeks ICI tidak memungut biaya sama sekali, terutama yang dikelola oleh perguruan tinggi atau asosiasi profesi dengan subsidi institusi.
Ada juga jurnal yang menerapkan model berlangganan sehingga penulis tidak dikenakan APC.
Periksa halaman Author Information di situs resmi jurnal untuk mengetahui kebijakan biayanya secara pasti.
Kapan biaya APC jurnal Copernicus dibayar?
Umumnya setelah artikel dinyatakan accepted oleh editor, bukan saat submit awal.
Permintaan pembayaran sebelum proses review dimulai adalah tanda bahaya yang perlu diwaspadai.
Apakah jurnal Copernicus diakui untuk angka kredit jabatan fungsional dosen?
Pengakuannya bergantung pada kebijakan masing-masing institusi dan LPPM.
Tidak semua jurnal terindeks ICI otomatis diterima sebagai jurnal internasional bereputasi dalam penilaian angka kredit.
Konfirmasikan ke bagian kepegawaian atau LPPM kampus Anda sebelum memutuskan submit.
Bagaimana cara mengecek jurnal benar terindeks Copernicus?
Buka journals.indexcopernicus.com, cari nama jurnal atau ISSN-nya, dan pastikan statusnya Indexed bukan Non-Indexed.
Cek juga apakah ICV jurnal tersebut diperbarui secara konsisten setiap tahun sebagai indikator bahwa jurnal dikelola secara aktif.
Apakah ada sumber dana untuk menanggung biaya APC jurnal Copernicus?
Ada beberapa opsi yang bisa dimanfaatkan: hibah penelitian internal kampus melalui LPPM, skema hibah Kemdiktisaintek, insentif publikasi institusi yang dibayarkan setelah artikel terbit, dan dana riset dari beasiswa S3.
Kuncinya adalah mencantumkan pos biaya publikasi sejak penyusunan proposal, bukan mengajukannya setelah penelitian selesai.
Apa perbedaan Copernicus Publications dan Index Copernicus International?
Copernicus Publications adalah penerbit jurnal ilmiah asal Jerman yang fokus di bidang geosains dan lingkungan, jurnalnya terindeks Scopus dan Web of Science.
Index Copernicus International atau ICI adalah lembaga pengindeks asal Polandia yang mengindeks lebih dari 25.000 jurnal dari berbagai negara dan menerbitkan skor ICV sebagai ukuran kualitas jurnal.
Yang dimaksud dalam konteks akademik Indonesia hampir selalu adalah ICI, bukan Copernicus Publications.